Perbedaan inti antarategangan menengahDankabel listrik tegangan rendahberkisar pada tingkat tegangan pengenalnya, yang menyebabkan perbedaan komprehensif dalam desain struktural, standar material, persyaratan pemasangan, dan skenario aplikasi. Mereka disesuaikan dengan tingkat distribusi sistem tenaga yang berbeda; kabel tegangan rendah terutama digunakan untuk terminal distribusi (rumah tangga/bengkel/peralatan), sedangkan kabel tegangan menengah terutama digunakan untuk saluran transmisi tegangan menengah di kota/pabrik.
Analisis Detail Utama (Alasan yang Mendasari Perbedaan Inti)
1. Peringkat Tegangan dan Desain Insulasi: "Spesifikasi Eksklusif" Tegangan Menengah
Kabel tegangan rendah diberi nilai 0,6/1kV, mewakili tegangan pengenal konduktor-ke-tanah/fase-ke-fasa sebesar 0,6kV dan tegangan pengenal saluran-ke-saluran sebesar 1kV (380V/220V yang umum digunakan termasuk dalam kisaran ini). Insulasi hanya perlu memenuhi persyaratan resistansi tegangan dasar dan relatif tipis. Kabel tegangan menengah biasanya diberi nilai 8,7/10kV, mewakili tegangan fasa 8,7kV dan tegangan saluran 10kV. Akibat tegangan tinggi, lucutan korona (ionisasi udara bertegangan tinggi) dapat dengan mudah terjadi pada permukaan konduktor, sehingga dapat merusak isolasi. Oleh karena itu, diperlukan pelindung dua lapis:
Pelindung utama (pelindung konduktor): Dibungkus di sekeliling bagian luar konduktor untuk menghilangkan distorsi medan listrik pada permukaan konduktor dan mencegah lucutan korona;
Pelindung insulasi: Dililitkan di bagian luar insulasi utama untuk menyamakan medan listrik dan mencegah pelepasan sebagian;
Selanjutnya dilengkapi dengan selubung logam (selubung aluminium/selubung tembaga) untuk lebih melindungi medan listrik dan mencegah isolasi dari kelembaban. Ini adalah perbedaan struktural paling mendasar antara kabel tegangan menengah dan kabel tegangan rendah (kabel tegangan rendah tidak memiliki desain ini).
2. Jumlah Inti dan Logika Distribusi: Pembagian Hirarki Sistem Tenaga
Kabel tegangan rendah umumnya memiliki 4 atau 5 inti karena distribusi tegangan rendah menggunakan sistem tiga fase empat kabel/lima kabel, memerlukan kabel netral (N) untuk daya fase tunggal 220V (peralatan rumah tangga/penerangan) dan kabel ground (PE) untuk proteksi kebocoran, menyesuaikan dengan keragaman konsumsi daya terminal. Kabel tegangan menengah sebagian besar terdiri dari 3 inti karena sistem tenaga tegangan menengah (6kV/10kV/35kV) adalah sistem tiga fase tiga kabel tanpa kabel netral. Mereka hanya digunakan untuk transmisi utama tenaga tiga fase. Setelah sampai di gardu induk, tegangan diturunkan menjadi 0,4kV (380V/220V) melalui trafo, kemudian kabel tegangan rendah digunakan untuk distribusi terminal. Kabel tegangan menengah tidak langsung disambungkan ke peralatan listrik.
3. Bahan dan Spesifikasi: "Standar Persyaratan Tinggi" untuk Tegangan Menengah
Bahan Isolasi: Kabel tegangan rendah dapat menggunakan PVC (biaya rendah) atau XLPE; namun, kabel tegangan menengah hanya dapat menggunakan XLPE karena ketahanan suhu XLPE (90℃), kekuatan kerusakan dielektrik, dan ketahanan penuaan jauh lebih unggul daripada PVC, sehingga memenuhi persyaratan isolasi di bawah tegangan tinggi. PVC akan menua dan cepat rusak pada tegangan menengah.
Penampang Konduktor: Sebagai saluran transmisi utama, kabel tegangan menengah perlu mengalirkan arus besar untuk seluruh area/pabrik. Oleh karena itu, penampang umumnya di atas 25 mm², dan dapat mencapai hingga 800 mm², dan sebagian besar merupakan inti tembaga (beberapa jalur utama luar ruangan menggunakan inti aluminium YJLV); kabel tegangan rendah ditujukan untuk cabang terminal, dan penampang melintangnya sebagian besar berukuran kecil. 4. Pemasangan dan Pengujian: Manajemen Keamanan Kabel Tegangan Menengah
Kabel tegangan rendah menawarkan opsi pemasangan yang fleksibel, termasuk pemasangan saluran, pemasangan permukaan di dinding, dan penguburan langsung tanpa perlindungan khusus. Namun karena tegangan tinggi, kebocoran/putusnya kabel tegangan menengah dapat menyebabkan kecelakaan keselamatan besar (seperti sengatan listrik, kebakaran, dan kegagalan jaringan listrik). Oleh karena itu, persyaratan pemasangannya ketat:
Penguburan langsung memerlukan peletakan pasir dan penutup dengan batu bata beton di parit kabel untuk mencegah kerusakan mekanis;
Jarak aman harus dijaga dari jaringan pipa lain (pipa air, pipa gas) dan jalan raya (misalnya, jarak ≥1m dari pipa gas);
Pemasangan di permukaan pada dinding luar/dalam dilarang keras; pemasangan hanya diperbolehkan di parit kabel khusus, baki kabel, atau saluran;
Pengujian pelepasan sebagian (uji inti untuk kabel tegangan menengah) harus dilakukan sebelum meninggalkan pabrik dan setelah pemasangan. Tingkat pelepasan sebagian harus ≤10pC untuk mencegah cacat kecil pada insulasi yang kemudian menyebabkan kerusakan. Pengujian ini tidak diperlukan untuk kabel tegangan rendah.
Kami menggunakan cookie untuk menawarkan Anda pengalaman penelusuran yang lebih baik, menganalisis lalu lintas situs, dan mempersonalisasi konten. Dengan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookie kami.
Kebijakan Privasi